Data Warehouse dan Business Intelligence (BI) beserta dengan BI Tool

Nama : Dina Wahyuni Puteri
NIM : 1805551016
Dosen Pengampu : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
Mata Kuliah : Data Warehouse
Program Studi : Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana


PENGERTIAN BUSINESS INTELLIGENCE (BI)
Business Intelligence merupakan sebuah konsep, pendekatan, strategi, ide, pola pikir, dan paradigma yang bergerak pada bidang teknologi informasi, dengan tujuan yakni untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dari data yang tersedia, sehingga nantinya dapat digunakan untuk membantu jalannya bisnis dan proses bisnis pada organisasi. Business Intelligence juga dimaksudkan agar nantinya dapat menyediakan dukungan untuk pengumpulan data (Data Gathering) pembersihan data dari atribut dan hal – hal yang tidak relevan (Cleansing), integrasi data, analisa data, dan berbagi data, sehingga membantu di dalam penyajian keputusan yang baik, tepat, dan berkualitas pada perusahaan, memanfaatkan teknologi – teknologi yang berhubungan. Business Intelligence memiliki beberapa definisi, definisi-definisi tersebut dikemukakan oleh 2 tokoh yakni Steve Williams dan Liu Niu. Penjabaran dari setiap pendapat kedua tokoh tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.
1.         Steve Williams
Definisi dari Business Intelligence menurut Steve Williams tertuang dalam bukunya yang berjudul The Profit Impact of Business Intelligence pada tahun 2001. Steve Williams mendefinisikan jika Business Intelligence merupakan sebuah gambaran umum yang memuat gabungan antara konsep, pendekatan, metodologi, dan produk (dalam bentuk software) untuk mengelola dan memanajemen data perusahaan menjadi sebuah informasi, yang bertujuan untuk membantu di dalam pengambilan keputusan, peningkatan kenerja perusahaan, dan peningkatan pemasukan perusahaan, berbasiskan kepada analisa data, analisa bisnis, proses bisnis, dan tindakan nyata. 
2.         Liu Niu
Definisi Business Intelligence menurut Liu Niu tertuang dalam bukunya yang berjudul Cognition Driven Decision Support For Business Intelligence: Models, Techniques, Systems, And Applications pada tahun 2009. Liu Niu mendefinisikan Business Intelligence sebagai sebuah konsep, proses serta sekumpulan alur yang mana di dalamnya terdapat proses mengumpulkan, mengekstraksi, mengelola, dan menganalisa sekumpulan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber data (dengan bantuan Data Warehouse) guna mempermudah dalam pengambilan keputusan pada sebuah organisasi/perusahaan/instansi.

 
PENGERTIAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
            Artificial Intelligence merupakan salah satu cabang keilmuan pada bidang teknologi informasi, yang dimana lebih memfokuskan diri pada rekayasa kecerdasan pada komputer yang menyerupai kecerdasan manusia maupun hewan. Artificial Intelligence biasanya dibuat dalam bentuk perangkat keras maupun perangkat lunak. AI banyak diterapkan dan diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan serta juga dipecah menjadi sub-sub penelitian lainnya. Salah satu sub keilmuan dari AI yang cukup menarik yakni Natural Language Processing (NLP) atau dapat diartikan sebagai bahasa alami. Fokus utama dari AI yaitu menyediakan solusi, keputusan, cara, atau jalan bagi para pengguna terhadap sebuah masalah yang sedang dihadapinya. Mekanisme dari AI ini tentu berdasarkan kepada hasil pembelajaran mesin terhadap perilaku dan input-an pengguna yang kemudian nantinya hasil pembelajaran tersebut akan disajikan dalam bentuk solusi kepada pengguna.
 
PERBEDAAN BUSINESS INTELLIGENCE (BI) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
            Secara garis besar, Business Intelligence (BI) dan Artificial Intelligence memiliki kesamaan dalam segi data dan algoritma, dimana baik BI dan AI sama-sama memiliki data serta algoritma.  BI dan AI tidak dapat berjalan tanpa adanya data, namun BI tidak mutlak memerlukan algoritma, sedangkan disisi lain algoritma merupakan indikator utama yang ada pada AI. Selain hal tersebut, terdapat beberapa perbedaan mendasar, yakni pada pengambilan keputusan atau decision making Proses pengambilan keputusan pada BI memfokuskan pada keputusan yang dibuat pengguna dengan memanfaatkan mesin yang berorientasi pada data yang tersedia, sedangkan pengambilan keputusan pada BI memfokuskan pada keputusan yang diambil oleh sistem berdasarkan dengan hasil pembelajaran sistem komputer yang didasari oleh perilaku dan inputan dari pengguna. Tidak hanya itu pada AI sistem telah menyediakan secara otomatis satu atau beberapa buah keputusan untuk pengguna, dimana nantinya pengguna cukup menggunakan keputusan yang telah diberikan. Sedangkan pada BI pengguna tidak pasif di dalam menerima hasil keputusan, tetapi dituntut untuk aktif dalam pembuatan keputusan yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan atau masalah yang dihadapi oleh pengguna.
 
LIMA KONSEP DASAR BUSINESS INTELLIGENCE
Business Intelligence memiliki 5 konsep dasar, 5 konsep dasar dari Business Intelligence dikemukakan oleh Larissa T. Moss dan Shaku Atre yang digunakan untuk membantu dalam proses pengelolaan Informasi dengan tujuan membantu bisnis perusahaan. Kelima buah konsep dasar tersebut dijabarkan sebagai berikut.
1.         Data sourcing
Proses pengumpulan data dari berbagai sumber baik itu sumber internal maupun eksternal dengan berbagai format data yang kemudian nantinya akan digudangkan ke dalam sebuah penyimpanan (Data Warehouse).
2.         Data analysis
Konsep yang digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul dengan tujuan memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan dari organisasi bersangkutan guna sebagai dasar penentuan keputusan bisnis.
3.         Situation Awareness
Konsep yang mengacu pada kepedulian atau kewaspadaan terhadap situasi baik maupun buruk yang mungkin terjadi pada suatu organisasi beserta dengan dampaknya, yang mana konsep ini merupakan dasar bagi BI untuk mengetahui kondisi pasar dan kondisi bisnis yang dijalankan.
4.         Risk Analysis
Konsep yang digunakan untuk dapat menganalisis sejumlah resiko yang akan atau mungkin terjadi dan menggunakan acuan 31000 (IT Risk Management) sehingga hal tersebut dapat digunakan untuk menghindari dampak yang mungkin terjadi.
5.         Decision Support
Konsep yang digunakan untuk pengambilan keputusan pada organisasi atau bisnis.

EMPAT LEVEL BUSINESS INTELLIGENCE
Business Intelligence memiliki empat level di dalam arsitekturnya, dimana pendapat ini dikemukakan oleh Li Niu. Level ini difungsikan untuk membantu dalam jalannya fungsi dari Business Intelligence. Keempat level dari Business Intelligence yakni sebagai berikut.
1.         Level Operational
Level operational merupakan suatu level dalam BI yang berfungsi untuk mengumpulkan semua data yang berasal dari berbagai sumber data (data transaksional) yang digunakan untuk kebutuhan analisa dengan menggunakan konsep OLTP yang dilanjutkan dengan konsep OLAP untuk proses perubahan data historis.
2.         Level Akuisisi Data
Level akuisisi data merupakan suatu proses pengambilan data atau penggabungan data dari berbagai macam format yang kemudian nantinya disesuaikan agar seragam. Konsep yang digunakan yaitu proses ELT ke proses ETL.
3.         Level Penyimpanan Data
Level ini dilakukan setelah proses operational dan juga akuisisi data, dimana pada proses ini data historis akan disimpan pada Data Warehouse untuk proses analisa data. Data yang disimpan ini dapat berupa data multidimensi, dimana pada proses penyimpanan memanfaatkan Data Management System (DBMS) ataupun Multidimensional Database Management System (MDDMS).
4.         Level Analisa Data
Level Analisa Data merupakan suatu proses untuk melakukan analisa data dengan menerapkan OLAP dan juga slicing data pada data multidimensi. Hasil analisa data ini kemudian nantinya akan divisualisasikan atau ditampilkan ke dalam dashboard dengan menggunakan tools Business Intelligence.
 
METADATA DAN METADATA MANAGEMENT PADA BUSINESS INTELLIGENCE 
            Metadata dalam Business Intelligence diartikan sebagai sebuah data yang memuat secara khusus informasi mengenai sumber data, penyimpanan data, hak akses, otoritas data, serta juga proses ekstraksi data dan transformasi data yang ada di dalam Data Warehouse. Metadata management merupakan suatu upaya yang digunakan untuk melakukan manajemen Metadata. Terdapat lima proses pada BI yang memerlukan peran Metadata Management, yakni sebagai berikut.
a. Perancangan data sistem dan aplikasi untuk BI, dimana perancangan ini meliputi sistem dari BI secara keseluruhan.
b. Pengembangan dari BI untuk kebutuhan-kebutuhan pengguna di masa depan, dimana hal ini berkaitan dengan analisa data dan juga pengambilan keputusan.
c. Pengujian pada BI untuk proses pengetahuan sejauh mana BI dapat memenuhi kebutuhan dari suatu organisasi.
d. Penyebaran data dan informasi yang disajikan oleh BI dengan menggunakan Business Intelligence Tool kepada pengguna melalui dashboard.
e. Pemanfaatan BI sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pengguna.

CONTOH APLIKASI BERBASIS BUSINESS INTELLIGENCE
            Pengimplementasian dari Business Intelligence telah banyak diterapkan pada produk perangkat lunak komputer (software). Contoh dari aplikasi Business Intelligence yakni sebagai berikut.
1.         Executive Information System (EIS)
Executive Information System (EIS) merupakan sebuah perangkat lunak komputer (software) berbasis BI yang dikhususkan untuk bagian eksekutif di dalam sebuah organisasi untuk proses pengambilan keputusan, guna memperoleh akses informasi baik itu eksternal maupun internal.
2.         Business Activity Monitoring (BAM)
Business Activity Monitoring (BAM) merupakan suatu aplikasi berbasis BI yang digunakan untuk pemantauan aktivitas bisnis, yang meliputi semua proses produksi, sampai dengan komunikasi antar device yang digunakan. Aplikasi ini memungkinkan adanya pencatatan dan pengolahan ada aktivitas tersebut.
3.         Decision Support System (DSS)
Decision Support System (DSS) merupakan suatu aplikasi atau software berbasis BI yang digunakan sebagai alat pemasaran (Marketing Tools) produk ataupun layanan dari suatu organisasi/perusahaan. Aplikasi ini juga dapat digunakan dalam penentuan keputusan.
4.         Management Information System (MIS)
Management Information System (MIS) merupakan aplikasi berbasis BI yang digunakan untuk membantu dalam proses manajemen suatu penyajian informasi secara tepat kepada seluruh aspek yang tepat, seperti aspek pengguna, waktu, serta informasi, sehingga nantinya informasi yang disajikan dapat selaras dengan kebutuhan.
5.         Geographic Information System (GIS)
Geographic Information System (GIS) merupakan suatu aplikasi berbasis BI yang digunakan untuk mengolah dan manajemen data secara spasial spasial dimana nantinya akan dapat memudahkan pada proses penentuan dan pengetahuan suatu lokasi geografis. Biasanya aplikasi ini digunakan dan diterapkan pada sistem elektronik seperti ecommerce, marketplace, dan lainnya.

BUSINESS INTELLIGENCE TOOL
             Business Intelligence memegang peranan yang sangat penting bagi suatu perusahaan, peran dari BI tidak terlepas pada Tool yang digunakan. Business Intelligence Tool merupakan suatu alat (tool) yang berfungsi untuk membantu dalam pengimplementasian BI pada sebuah perusahaan dan juga memperoleh informasi yang sesuai dan terpercaya yang nantinya akan digunakan untuk proses analisa, pengambilan keputusan, serta penentuan strategi. Business Intelligence Tool terdiri dari 3 jenis yakni jenis software atau modul yang direpresentasikan dalam bentuk perangkat lunak komputer, ada jenis hardware yang direpresentasikan dalam bentuk perangkat keras komputer, serta juga sebuah system yang merupakan gabungan dari software dan hardware. Terdapat banyak BI Tool yang ada, salah satu tool yang paling sering ditemui dan digunakan yakni Pentaho.
Pentaho Business Intelligence merupakan suatu software yang bersifat open source sehingga mudah untuk digunakan karena kebebasan yang disediakan. Pentaho Business Intelligence memiliki kelebihan karena memiliki beberapa fitur, diantaranya yaitu penyajian analisa data yang secara visualisasi cukup interaktif, kemudian prediski ke depan berdasarkan hasil analisa yang disajikan, visualisasi dashboard yang sangat atraktif bagi pengguna akhir, adanya dukungan administrasi yang cukup lengkap, dan mendukung di berbagai platform device pengguna. Beberapa kelebihan fitur Pentaho Business Intelligence tersebut lah yang nantinya membantu dalam proses analisa serta report yang sudah barang tentu akan mempermudah dalam proses pengambilan keputusan dan penentuan strategi.

  

Referensi
I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Penerbit Informatika. Bandung. 2017.

 


Komentar

Postingan Populer