Data Warehouse dan Cloud Computing

Nama : Dina Wahyuni Puteri
NIM : 1805551016
Dosen Pengampu : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
Mata Kuliah : Data Warehouse
Program Studi : Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana 



CLOUD COMPUTING – Pengertian, Model, dan Layanan
Cloud Computing didefinisikan sebagai sebuah model yang menjadikan virtualisasi sebagai kekuatan utama, dimana juga disertai dengan node-node. Cloud computing yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dengan lebih mudah, cloud computing juga menyediakan jaringan akses dimana-mana yang secara bersamaan juga dapat lebih dikonfigurasi, serta juga layanan yang disediakan sesuai dengan keperluan (on demand), dengan kata lain cloud computing diartikan sebagai sebuah pemodelan yang terdapat pada jaringan komputer dimana memberikan layanan yang dapat disediakan dengan lebih cepat serta juga meminimalisir interaksi pengguna dengan penyedia layanan. Cloud computing menawarkan 4 model deployment dan juga 3 jenis layanan. Terdapat 3 jenis 
1.         Infrastructure As A Service (IAAS) Cloud
Suatu layanan yang menyediakan cloud computing dalam bentuk sumber daya komputasi, perangkat keras komputasi, perangkat keras jaringan komputer, dan infrastruktur jaringan komputer.
2.         Platform As A Service (PASS) Cloud
Suatu layanan yang menyediakan cloud computing dalam bentuk platform guna memudahkan pengembang dalam mengembangkan aplikasi serta layanan berbasis cloud computing.    
3.         Software As A Service (SAAS) Cloud
Suatu layanan yang menyediakan cloud computing dalam bentuk aplikasi online siap pakai. 

        
        Pengguna juga dapat memilih empat model deployment dalam proses penerapan dan pengimplementasian cloud computing. Empat model deployment dari cloud computing yakni sebagai berikut.
1.       Public Cloud merupakan model deployment yang dikhususkan bagi pengguna dan organisasi yang ingin menggunakan media internet (publik) seutuhnya pada jaringan cloud computing.
2.      Private Cloud merupakan model deployment yang dikhususkan bagi pengguna dan organisasi yang ingin menggunakan media lokal secara menyeluruh pada jaringan cloud computing.
3.      Hybrid Cloud merupakan model deployment yang dikhususkan bagi pengguna dan organisasi yang ingin menggunakan kombinasi dari public cloud dan juga private cloud.
4.       Community Cloud merupakan model deployment yang dikhususkan bagi pengguna dan organisasi yang ingin menggunakan jaringan cloud computing secara lebih mengkhusus untuk setiap unit atau sub bagian dari internal organisasi.

 

CLOUD WAREHOUSING – Pengertian dan Arsitektur
Cloud warehousing dilatarbelakangi karena permasalahan dalam hal penyimpanan data dan juga skalabilitas dari data warehouse. Maka dari itu diberikanlah solusi berupa cloud computing yang memungkinkan proses pengumpulan dan penggudangan data ke dalam jaringan berbasis cloud computing yang tentunya cloud computing ini tersusun atas sejumlah node dengan fokus virtualisasi di dalamnya. Cloud warehousing tentu memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu jika ditinjau dari segi keamanan, kehandalan, pun juga dari segi kemudahan. Terdapat 3 pilihan arsitektur dari cloud warehousing, yakni sebagai berikut.
1.         Shared Nothing Architecture Cloud Warehousing
Arsitektur jenis ini mengusung konsep sistem komputasi terdistribusi (Distributed Computation System) yang bersifat lebih scalable sehingga dapat disesuaikan dengan ruang lingkup enterprise yang menggunakannya. Masing-masing node pada arsitektur ini memiliki memori, prosesor, dan juga media penyimpanan sendiri.
2.         Shared Disk Architecture Cloud Warehousing
Arsitektur jenis ini memuat sejumlah node dengan CPU yang independen, namun tetap berbagi ruang penyimpanan data bersama (shared disk). Penyimpanan data bersama atau yang biasa disebut shared disk memungkinkan semua node atau processing node untuk dapat mengakses Database Management System (DBMS) secara bersama-sama. Node yang ada pada arsitektur ini telah memiliki processor dan juga memori sendiri.
3.         Shared Memory Architecture Cloud Warehousing
Seperti namanya arsitektur ini memungkinkan untuk berbagi memori secara bersama, tetapi node yang ada pada arsitektur ini memiliki processor sendiri yang kemudian penyimpanan (disk) dirangkai secara paralel. Arsitektur ini juga memungkinkan semua node atau processing node untuk dapat mengakses Database Management System (DBMS).

           

CLOUD WAREHOUSING - Tantangan dan Kendala
Cloud warehousing secara garis umum dapat dikatakan sebagai suatu solusi yang diterapkan guna menyempurnakan sistem data warehouse secara komputasi. Kendati demikian, terdapat kendala dan juga tantangan pada cloud warehousing. Kendala serta tantangan dari cloud warehousing yakni sebagai berikut.
1.      Sumber daya komputasi yang digunakan oleh Cloud Computing harus diperhatikan guna menjaga agar proses pemindahan data dari data warehouse di lingkungan lokal atau di lingkungan tanpa menggunakan cloud dapat berjalan dengan baik.
2.       Kemampuan atau dukungan sistem harus diperhatikan dikarenakan sangat diperlukan pada saat proses ekstraksi, transmigrasi, dan juga transformasi.
3.    Besar ruang penyimpanan juga menjadi tantangan, maka dari itu perlunya memperhatikan besar ruang penyimpanan yang dapat menampung semua data pada data warehouse.
4.      Sisi keamanan juga wajib diperhatikan guna menjamin keamanan data pada data warehouse.

 


Referensi
I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Penerbit Informatika. Bandung. 2017.

Komentar

Postingan Populer